Selasa, 12 Maret 2013

ARTIKEL BAHAYA NARKOBA

Bahaya narkoba sudah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Berbagai kampanye anti narkoba dan penanggulangan terhadap orang-orang yang ingin sembuh dari ketergantungan narkoba semakin banyak didengung-dengungkan.

Sebab, penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga,
masyarakat, dan masa depan bangsa.
Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia
Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:
  1. Depresan
    Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
  2. Halusinogen
    Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
  3. Stimulan
    Mempercepat kerja organ tubuh seperti
    jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
  4. Adiktif
    Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).
Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:
  1. Opioid:
    • Depresi berat
    • Apatis
    • Rasa lelah berlebihan
    • Malas bergerak
    • Banyak tidur
    • Gugup
    • Gelisah
    • Selalu merasa curiga
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Rasa gembira berlebihan
    • Banyak bicara namun cadel
    • Rasa harga diri meningkat
    • Kejang-kejang
    • Pupil mata mengecil
    • Tekanan darah meningkat
    • Berkeringat dingin
    • Mual hingga muntah
    • Luka pada sekat rongga hidung
    • Kehilangan nafsu makan
    • Turunnya berat badan
  2. Kokain
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Gelisah
    • Rasa gembira berlebihan
    • Rasa harga diri meningkat
    • Banyak bicara
    • Kejang-kejang
    • Pupil mata melebar
    • Berkeringat dingin
    • Mual hingga muntah
    • Mudah berkelahi
    • Mendarahan pada otak
    • Penyumbatan pembuluh darah
    • Pergerakan mata tidak terkendali
    • Kekakuan otot leher
  3. Ganja
    • Mata sembab
    • Kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
    • Sering melamun
    • Pendengaran terganggu
    • Selalu tertawa
    • Terkadang cepat marah
    • Tidak bergairah
    • Gelisah
    • Dehidrasi
    • Tulang gigi keropos
    • Liver
    • Saraf otak dan saraf mata rusak
    • Skizofrenia
  4. Ectasy
    • Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
    • Berkeringat
    • Sulit tidur
    • Kerusakan saraf otak
    • Dehidrasi
    • Gangguan liver
    • Tulang dan gigi keropos
    • Tidak nafsu makan
    • Saraf mata rusak
  5. Shabu-shabu:
    • Enerjik
    • Paranoid
    • Sulit tidur
    • Sulit berfikir
    • Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
    • Banyak bicara
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Pendarahan otak
    • Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
  6. Benzodiazepin:
    • Berjalan sempoyongan
    • Wajah kemerahan
    • Banyak bicara tapi cadel
    • Mudah marah
    • Konsentrasi terganggu
    • Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak
Perilaku pemakai untuk mendapatkan narkoba
  • Melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba secara terus-menerus
  • Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Misalnya, pelajar bisa menggunakan uang sekolahnya untuk membeli narkoba jika sudah tidak mempunyai persediaan uang.
  • Bahkan, mereka bisa mencuri uang dari orangtua, teman, atau tetangga. Hal tersebut tentu akan mengganggu stabilitas sosial.
  • Dengan kondisi tubuh yang rusak, mustahil bagi pemakai untuk belajar, bekerja, berkarya, atau melakukan hal-hal positif lainnya.
 BAHAYA NARKOBA DI KALANGAN REMAJA
Narkoba merupakan suatu bahan/zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh seseorang melalui media apapun dapat mengubah perasaan,pikiran dan emosional. Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penefitian. Tetapi karena berbagai alasan mulai dari keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, ingin melupakan persoalan, dll. maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi, disebut juga kecanduan. Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Alasan saya memilih topik ini karena banyak sekali remaja yang menghabiskan hidupnya dengan hura-hura yang menjerumuskan mereka ke lembah kegelapan. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Sikap kita terhadap permasalahan ini adalah pertama, bila kita melihat seseorang baik kerabat, teman atau siapapun juga pengguna narkoba janganlah menganggap ia sebagai pelaku kejahatan, melainkan sebagai korban dan karenanya harus dibantu agar sembuh. Dengan bantuan moril ini mereka akan terpacu untuk memperbaiki hidupnya.Yang kedua sikap kita agar tidak terjerumus ke dalam narkoba. Kita harus membentengi diri kita dengan Ilmu,Iman,dan Taqwa. ketiga sisi ini harus berjalan sinergis, ketiga sisi ini tidak bisa berdiri sendiri, misalnya orang yang beriman dan bertaqwa tapi tidak berilmu maka sesatlah ia, begitu pula sebaliknya orang yang hanya berilmu tapi tidak beriman maka celakalah ia, tidak ada sisi yang mengarahkannya kepada kebaikan, ketiga sisi ini saling menyokong sehingga terbentuk suatu pondasi individu yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh godaan-godaan duniawi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar